Advertisements
abd karim aljufrie

8 Mahasiswa UMGO Lulus Seleksi Internal KKN Kemitraan Internasional PTMA di Malaysia

Image

KAMPUS RGOL.ID – Sebanyak 8 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) lolos seleksi internal program kuliah kerja nyata (KKN)/KKN Pendidikan Kemitraan Internasional, Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Perguruan Tinggi Muhammadiyah/ `Aisyiyah (PTMA).

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN)/KKN Pendidikan (KKN-Dik) Kemitraan Internasional Merdeka Belajar Kampus Merdeka Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah (PKKN/ KKN-DIK KI MBKM PTMA) merupakan salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa dan dosen antar PTMA dalam rangka memberdayakan dan mengembangkan masyarakat Indonesia di luar negeri.

Universitas Muhammadiyah Gorontalo melangsungkan seleksi penerimaan mahasiswa KKN kemitraan internasional yang akan ditempatkan di sanggar belajar sekolah Indonesia di Malaysia. Program ini diinisiasi oleh Asosiasi Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (ALPTK) Perguruan Tinggi Muhammadiyah/Aisiyah (PTMA) bekerja sama dengan Atdikbud RI di Malaysia. Wakil Rektor I bidang Akademik, Prof. Moon Hidayati Otoluwa mengatakan kkn ini bertujuan untuk menghadirkan Pendidikan yang merata bagi seluruh warga Indonesia baik yang di dalam maupun luar negeri. 

“Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan MBKM di ALPTK PTM dimana mahasiswa akan mendapatkan konversi nilai 10-20 SKS setelah menyelesaikan kegiatan selama 1 bulan di sana,” jelasnya.

Ia berharap melalui program ini dan adanya keterwakilan UMGO di Malaysia nanti sebagai bentuk komitmen UMGO dalam melahirkan SDM yang mumpuni dan mampu bersaing hingga ke kancah Internasional.

“Para mahasiswa tersebut memilih mengikuti program ini dikarenakan program ini bisa membuat mereka memperkenalkan kebudayaan Indonesia dan Budaya Gorontalo khususnya kepada anak anak Indonesia yang berada di luar negeri yang tidak mendapatkan sekolah formal di sana. Mereka juga dapat banyak belajar tentang kehidupan dan memahami kebudayaan yang berbeda. Selain itu mahasiswa disana akan menambah pengalaman dan wawasan lebih banyka lagi, mengenal budaya, lingkungan, dan teknologi di Malaysia,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMGO, Dr. Indri Afriani Yasin, S.Pi, M.Agr Phd., mengatakan calon mahasiswa untuk mengikuti ini dilakukan secara ketat dan berjenjang dari tingkat PTMA hingga majelis dikti litbang PP Muhammadiyah. 

“Tahapan seleksi dimulai dari tingkat Universitas untuk menilai kesiapan fisik dan akademik mahasiswa diantaranya kejujuran, kemandirian, hingga kemampuan al islam kemuhammadiyahan. Sebelum proses wawancara sudah ada seleksi berkas dan dari 10 yang mendaftar, 9 yang lulus berkas dan pada tes wawancara tingkat Universitas 

ada 8 orang yang namanya kami ajukan untuk seleksi wawancara tingkat majelis atau ALPTK adapun menjadi tim penilai seleksi ini, WR 1, Ketua LPPM, Kapus Peneltian, Kapus Pengabdian dan staf LPPM,” jelasnya.

Dr. Indri melanjutkan, beberapa hal yang ditanyakan pada tahap wawancara lebih ke pengetahuan-pengetahuan umum terus mengenai kemandirian mahasiswa, pengalaman organisasi, dan pengetahuan tetang Al-Islam & Kemuhammadiyahan (AIK) menjadi point penting dalam wawancara tersebut.

“Program ini sangat penting untuk mengasah softskill mahasiswa untuk menghadapi tantangan masa depan yang sangat dinamis” tutupnya. (rg-63)

Tinggalkan Komentar

mUNGKIN ANDA LEWATKAN

Scroll to Top