Advertisements
abd karim aljufrie

RG Pergi,Nasdem Bisa Apa?

Image
Foto : Rachmad Gobel Wakil Ketua DPR RI. (dok/Via Instagram Rachmat Gobel).

Reporter : RAGORO

RGOL.ID (GORONTALO) – Harus diakui , tanpa Rachmad Gobel, Nasdem Gorontalo tidak ada apa apanya, dulu mereka hanya punya kursi semata wayang di Dekab Gorontalo, lalu datang Hamim Pou sebagai Ketua DPW Nasdem, menyusul Rachmad Gobel.

Bag pepatah ada gula ada semut, mendengar Rachmad Gobel gabung dengan Nasdem, para tokoh dari berbagai partai mulai loncat pagar bergabung dengan Nasdem, demikian pula tokoh tokoh lainnya, maka pada Pileg 2019 Nasdem mulai banyak memiliki kursi di berbagai wilayah, bahkan di Deprov ada 6 kursi, dan pada Pileg kemarin, ketika RG ambil alih Ketua DPW.

Hasilnya lebih dahsyat ada 3 daerah yang kursi Ketua DPRD diambil Nasdem, Kota Gorontalo, Gorut dan juga Bonbol, daerah lainnya Nasdem merebut Wakil Pimpinan Dewan.

Kehadiran Rachmad di admosfer politik Gorontalo memang sangat mencemaskan partai partai lain. Tidak heran kalau banyak politisi Gorontalo lebih suka kalau Rachmad tidak lagi maju di Pileg, lebih baik bagi kami beliu maju saja di Pilgub supaya nanti pertarungan di Pileg tidak terlalu berat, RG effek ini terasa sampai ke bawah.

” Pak Rachmad dan Pak Fadel ini benar benar sudah bukan lawan para tokoh lokal, mereka ini penyerap suara, makanya sebaiknya mereka berdua ini maju saja di Pilgub. Kami setuju kalau mereka berpasangan,” kata seorang Caleg yang baru saja terpilih dalam sebuah diskusi di sebuah Caffe.

Memang Rachmad ini adalah roh dari Nasdem Gorontalo, caranya membesarkan Nasdem memang luar biasa, dia merogoh kantongnya untuk membeli sebuah gedung yang sangat bergengsi dengan lokasi yang sangat strategis.

Sangat mahal memang tetapi untuk sebuah gengsi citra partai Rachmad tak tanggung tanggung merogoh koceknya sampai puluhan Milyar untuk sebuah gengsi, kata orang Gorontalo ‘Gengsi Moopate’ .

Tidak hanya itu RG juga memoles tempat tempat wisata yang ada di wilayah Gorontalo, duitnya keluar sampai puluhan milyar, ini belum lagi dia mengajak orang orang Gorontalo ke luar negeri, inilah yang membuat partai Nasdem dijuluki sebagai partai borjuis partai yang sangat bergengsi.

Apakah Rachmad sudah puas dengan hasil yang dicapai partainya, tentu saja belum, karena Nasdem masih kalah dengan Golkar. Andai bukan Rachmad, 10 tahun ini Nasdem masih partai papan bawah.

Nah bayangkan kalau RG tinggalkan Nasdem, mau Jadi apa partai ini di Gorontalo, apalagi sekarang ini Nasdem belum cukup kuat untuk ditinggalkan Rachnad, apalagi untuk DPR RI, kalau Rachmad pergi bisa dipastikan Nasdem akan kehilangan satu kursinya di Senayan .

Sejarah membuktikan, baru 3 partai yang bisa meloloskan kadernya ke Senayan. Untuk partai baru di Gorontalo tercatat Kasma Bokings dari Demokrat, itu karena suaminya Ketua DPW Demokrat dan juga Bupati, lebih dari itu Presidennya adalah SBY, itupun kursi dari Gorontalo itu hanya bertahan 1 priode, sementara partai yang terus bertahan di Senayan adalah Golkar.

Diera Orde Baru ada Achmad Pakaya, kemudian di era reformasi ada Zainudin Amali dan Truly Habibue. Partai lainnya adalah PPP yang menampilkan Suharso Monoarfa.

Priode berikutnya,Zainudin pindah dapil di Jawa dan Roem Kono menggantikannya, sedangkan dari PPP adalah AW Talib dan Kasma Bokis dari Demokrat, setelah itu AW Talib dan Kasma tersingkir, muncul Fadel dan Roem dari Golkar serta Elnino dari Gerinda.

Setelah itu pada 2019 Roem Kono tersingkir, muncul Rachmad Gobel dari Nasdem, Idah Syahidah dari Golkar dan Elnino sebagai petahana . Pada Pileg kemarin, RG dan Elnino masih bertahan, sementara Idah digantikan oleh Rusli Habibie.

Nah kalau Rachmad ternyata tidak maju lagi pada 2029 nanti, maka Nasdem tidak punya tokoh yang bisa diandalkan untuk bertarung di DPR RI. Apalagi kalau RG sudah mau meletakkan jabatannya sebagai Wakil Ketua DPW Nasdem, kecuali kalau jabatan itu jatuh ketangan Ridwan Monoarfa yang kiki Sekretaris DPW PPP , maka pasti RG akan tetap memperhatikan Nasdem.

Ingat Rachmad ini adalah pengusaha, dia tidak menggantungkan nasibnya pada politik dan orang orang seperti Rachmad ini bisa terterima di mana saja bahkan paling diburu oleh partai partai.

Satu hal lagi orang orang yang ekonominya sudah sangat mapan, maka mereka akan mencari tantangan baru, dan politik paling menyenangkan, tetapi biasanya umur dari kesenangan itu hanya 10 tahun, jadi Aleg 10 tahun, jadi Gubernur 10 tahun dan jadi Menteri tergantung pemakai.

Contoh Fadel, dia hanya menjabat Gubernur 1,5 priode, lalu jadi Menteri setengah priode dan jadi Aleg DPR RI 1 priode lalu kemudian memilih menjadi Aleg DPD RI.

Tinggalkan Komentar

mUNGKIN ANDA LEWATKAN

Tidak Harus KSB, Risman Bisa…
Tidak Harus KSB, Risman Bisa…
Mei 3, 20192 min baca
Tonny – Erwin Bisa Membalik…
Tonny – Erwin Bisa Membalik…
Mar 17, 20222 min baca
LB Kuda Hitam Di Muswil…
LB Kuda Hitam Di Muswil…
Agu 11, 20201 min baca
NKRI Jilid 3 di 2024
NKRI Jilid 3 di 2024
Mar 29, 20221 min baca
Scroll to Top